BERITA

MELAKSANAKAN PILKADA DALAM PROTOKOL KESEHATAN

Rabu, 10 Juni 2020   M.Kaniti   512  

Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, merupakan satu dari 270 daerah yang melaksanakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020. Setelah sebelumnya tahapan Pilkada ditunda karena adanya bencana non alam berupa pandemi Covid 19. Penundaan tersebut berdasarkan keputusan KPU RI bernomor 179/PL.02-Kpt/01/KPU/111/2020 yang ditandatangani Ketua KPU Arief Budiman, tanggal 21 Maret 2020.

Surat keputusan KPU RI tersebut kemudian diperkuat dengan terbitnya Peraturan Pengganti Undang-undang (Perppu) nomor 2 tahun 2020, sebagai dasar hukum penundaan Pilkada sekaligus mengatur waktu pelaksanaan Pilkada di tengah diberlakukannya masa pandemi Covid 19.

Komisi II DPR RI bersama pemerintah (Mendagri), KPU RI, Bawaslu RI dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), akhirnya menyepakati melanjutkan tahapan Pilkada yang sempat ditunda selama 3 bulan. Para pihak tersebut sepakat melanjutkan Pilkada pada 15 Juni 2020, dengan syarat semua tahapan harus menerapkan standar kesehatan pencegahan Covid 19.

Tahapan yang dimaksud antara lain, mulai dari pelaksanaan pencocokan dan penelitian data pemilih, verifikasi factual dukungan balon kepala daerah perseorangan, pelaksanaan rapat-rapat di jajaran KPU, hingga proses pemungutan suara di TPS.

Semua jajaran penyelenggara pemilihan diwajibkan menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti masker, hand sanitizer, pelindung wajah, sering-sering mencuci tangan. Bahkan dimungkinkan menggunakan APD level tiga  (sedang dalam kajian di KPU RI).

Sebagai bentuk antisipasi terjadinya penumpukan pemilih di TPS ketika pemungutan suara dilakukan, Komisi II, Mendagri, KPU RI, Bawaslu RI, dan DKPP, bersepakat untuk mengurangi jumlah pemilih dalam 1 TPS yang awalnya sebanyak 800 maksimal menjadi 500 per TPS.

Hal itu, sesuai dengan surat edaran KPU RI nomor 421 /PL.02.1-SD/01/KPU/VI/2020  tanggal 5 juni 2020 tentang perubahan jumlah pemilih untuk pemetaan TPS pemilihan serentak tahun 2020, ditegaskan bahwa berdasarkan hasil rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPR RI dengan Mendagri RI, KPU RI, bawaslu RI dan DKPP RI, pada tanggal 3 Juni tahun 2020 menyepakati bahwa dalam rangka penerapan protokol kesehatan Covid 19, pada pelaksanaan tahapan dilakukan penataan kembali yang sebelumnya paling banyak 500 pemilih tiap TPS.

Dalam konteks Pilkada Kabupaten Sumbawa, KPU Kabupaten Sumbawa berkomitmen melaksanakan Pilkada secara aman dengan cara menerapkan standar pencegahan Covid 19. Maka nanti akan mengaplikasikan physical distancing (jaga jarak minimal 1 meter) di TPS. Begitu pula timing (waktu) pemungutan suara di TPS akan mempertimbangkan efektifitas waktu pencoblosan. Untuk memenuhi hal itu, KPU Kabupaten Sumbawa melakukan restrukturisasi anggaran dengan menyediakan APD dalam setiap tahapan.

 

  • Share on :

  • Berita Lainnya
  • Bergerak Cepat, KPU Sumbawa Segera Rampungkan Pembentukan PPDP

    Bergerak Cepat, KPU Sumbawa Segera Rampungkan Pembentukan PPDP

    Pilkada dilanjutkan, KPU Sumbawa Sosialisasi PKPU 5 Tahun 2020 dengan Stakeholder

    Pilkada dilanjutkan, KPU Sumbawa Sosialisasi PKPU 5 Tahun 2020 dengan Stakeholder

    OPTIMISME BERPILKADA DI TENGAH PANDEMI COVID 19

    OPTIMISME BERPILKADA DI TENGAH PANDEMI COVID 19